Saya sudah pernah menulis tentang hijab disini dan disini Kali ini saya menulis kembali tentang hijab dengan topik yang berbeda.
Saat memutuskan untuk mempublikasi tulisan ini di blog pribadi, semuanya didasari oleh semangat ingin berbagi. Hanya ingin berbagi dengan pembaca tentang sesuatu yang saya pahami, bukan ingin menghakimi, apalagi menghina.
Sebagai orang yang bergerak di bidang fashion, kami (saya dan seorang teman usaha) banyak membeli majalah-majalah yang memuat model busana wanita sebagai bahan “contekan”dan mengambil ide.
Karena kami memang mengkhususkan diri menjahit baju muslim/muslimah, maka majalah yang kami beli adalah majalah yang banyak memuat model busana muslim.
Namun lama kelamaan kok saya menjadi sedih saat melihat trend berhijab akhir-akhir ini.
Kenapa trendnya menjadi banyak menyalahi aturan busana muslimah?
Menurut saya semakin lama kok gayanya semakin berlebihan ya?.
Dari model kerudung yang diundel-undel, ditumpuk-tumpuk, dilipat-lipat, sampai penambahan asesori di kepala segede baskom.
Belum lagi jika ada yang memakai kerudung dengan tambahan untaian manik-manik yang ting slawir (menggantung di sana-sini) di kepala.
Namun walau bertumpuk-tumpuk tapi tidak sempurna menutup dada.
Allah itu indah dan menyukai keindahan. Namun dalam hal manusia berusaha memperindah sesuatu, Allah menetapkan aturan.
Beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam berhijab yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu sebagai berikut :
1.Menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan kedua telapak tangan (QS. Al Ahzab/33:59)
Sabda Rasulullah : "Wahai Asma!, sesungguhnya apabila seorang wanita telah haidh (sudah baligh), maka tidak boleh terlihat darinya ini dan ini"
Kemudian Rasulullah menunjuk wajah dan telapak tangan beliau.
2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan.(QS An Nur/24:31)
Sabda Nabi : "Ada tiga golongan, jangan engkau tanya tentang mereka (karena mereka golongan orang-orang yang binasa). Seorang istri yang suaminya sedang tidak ada, padahal suaminya telah mencukupkan kebutuhan duniawinya, namun setelah itu dia bertabarruj (bersolek untuk laki-laki yang bukan mahromnya), maka janganlah engkau tanya tentang mereka.
Dalam bahasa sederhana saya tuh gini lho : salah satu fungsi hijab kan untuk menutupi "perhiasan" (bentuk tubuh dan perhiasan yg melekat di tubuh yang harus ditutupi) agar tidak menarik perhatian. Tapi lha kok malah penutupnya dibikin heboh dan sengaja dibuat untuk menarik perhatian... lha iki trus njuk piye tho?
3. Bukan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas).
Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar. Ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang memakai pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya di hari Kiamat lalu membakarnya dengan api neraka"
4. Tidak memakai pakaian yang ada gambar mahluk hidupnya.
(disarikan dari majalah As-Sunnah, no 11/THN. XVI, Rabiul Akhir 1434)
Dari beberapa buku yang saya baca, diutamakan memakai pakaian berwarna gelap. Wallahu a'lam
Jadi jika Allah telah menetapkan syarat seperti tersebut diatas, sejatinya tak lagi ada yang berlebih-lebihan dalam berhijab.
Sebenarnya masih ada banyak syarat yang belum saya cantumkan disini, namun semoga beberapa syarat yang sudah saya tuliskan dapat menjadi bahan renungan kita (terutama saya), apakah gaya berpakaian kita telah syar'i?
Untuk apa sih kita sibuk berjam-jam didepan cermin mematut diri demi tampil genjreng wah membahana jika apa yang kita kenakan dilaknat Allah?
Bukankan sederhana itu indah?
Semoga kita semua dapat istiqomah hidup sesuai aturan Allah.
*Terima kasih buat #beliau yang telah banyak memberikan buku-buku bermanfaat.
Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkannya*










